Login
Fetching tweet..
Welcome, you are here:  Home › About Us › 40 Tahun Berkarya
About Us
PO. Nusantara
History
Visi dan Misi
Client & Partner
Nusantara Bus Featured in Metro TV
40 Tahun Berkarya
Share |
40 Tahun Berkarya

25 April 2008, 40 Tahun PO Nusantara
Dari Bus Berbodi Kayu sampai Cyberbus

Hari Jumat 25 April 2008 ini PO Nusantara berulangtahun yang ke-40. Perusahaan yang dirintis dari Kudus ini selama puluhan tahun akhirnya melayani para penumpang bus, dengan jangkauan berbagai kota besar di Jawa. Berikut laporannya.

JIKA kita melintas sepanjang jalan Semarang - Kudus atau Semarang - Yogyakarta, maka tak pelak setiap setengah jam akan berpapasan dengan bus Nusantara. Armada bus ini sedemikian akrabnya dengan jalur ini, melayani para penumpang yang melakukan perjalanan darat. Namun bukan dua jalur itu saja yang terlayani oleh Nusantara, karena jalur-jalur lain pun dirambah oleh armadanya.

Tentu membutuhkan waktu yang panjang untuk menjadikan perusahaan memiliki area dan reputasi layanan seperti sekarang ini. Dan ini semua bermula dari Kota Kretek, Kudus.

Perusahaan ini didirikan oleh Yonatan Budianto di Kudus pada tahun 1968. Yonatan memulai dengan dua bus merek GAZ buatan Uni Soviet tahun 1965 yang merupakan bus eks TNI AL. Setahun kemudian dia menambah 5 bus merek ZIEL buatan 1962, yang bekas dipakai TNI AU.

Pada tahun 1970, mulai merakit bus dengan bodi dari kayu dengan basis rangka bermerek Thames Inggris. Ketika mulai diperkenalkan pemakaian besi baja untuk bodi bus di Indonesia, Nusantara mendatangkan bus dari Ford Amerika.
Berbarengan dengan semakin berkembangnya dunia otomotif, perusahaan kemudian melayani pelanggannya dengan bus-bus Mercedes Benz dengan mesin depan (OF series) pada tahun 1977. Seri ini dipakai sampai tahun 1984, yang kemudian beralih ke bus Mercy dengan mesin belakang (OH series) 
Saat itu Nusantara berkonsentrasi melayani jalur-jalur pendek di Jawa Tengah, Semarang - Kudus - Lasem. Baru kemudian memasuki tahun 1990-an, perusahaan mulai meluaskan layanan merambah kota-kota besar di Pulau Jawa, yakni Semarang, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Cirebon, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya, Malang dan kota-kota lain.

Armada Berkualitas

Untuk memperkuat layanannya, perusahaan kemudian juga mengimpor unit-unit chasis langsung dari Eropa, seperti Volvo dan Scania. Kemudian sebagian besar karoserinya dikerjakan oleh Adi Putro, sehingga bus sangat berkualitas. ”Kami adalah salah satu perusahaan transportasi di Indonesia yang sudah mengoperasikan banyak bus Scania. Itulah sebabnya kami memperoleh pengakuan khusus dari perusahaan tersebut di Swedia,” kata Handojo Budianto, pemilik PO Nusantara, sembari menambahkan, armada juga dilengkapi bus-bus Hino.

Scania, menurutnya, memiliki kapasitas mesin 11.000 cc, di samping keunggulan suspensi. Ini merupakan keunggulan dibandingkan kendaraan lain yang hanya di kisaran 7.000 cc. Keunggulan lain Scania adalah pada pengereman yang lebih enak.

”Untuk kelas eksekutif dan supereksekutif kami gunakan Scania dengan komposisi kursi 1-2 dan 2-2 lengkap dengan berbagai fasilitas seperti monitor LCD, navigasi dan global positioning system (GPS),” tuturnya.

Beberapa seri Mercedes dipakai, termasuk OH1525 yang merupakan seri terbaru. Kemudian Scania K124 IB/360 HP, yang tenaga mesin dan kemampuan suspensinya sangat nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Dari Hino dipakai seri RG 1 JSKA yang terkenal memiliki mesin yang tangguh. 

Seri Volvo yang dipakai Volvo B7R dan B12M. Yang terakhir ini memiliki mesin yang diletakkan di tengah. ”Dengan posisi mesin ini, maka perjalanan dengan bus ini akan sangat nyaman. Itulah sebabnya kami memakainya untuk bus mobile home,” kata Handojo. Inilah bus yang dilengkapi pula dengan fasilitas internet, sehingga dikenal dengan sebutan cyberbus.

Pemanfaatan teknologi sebenarnya sudah lama diterapkan di armada PO Nusantara. Yang pertama adalah tachograph, yang dipakai untuk memantau kinerja pengemudi dan armada dalam kegiatan operasionalnya. ”Alat ini membantu kami mengecek perilaku pengemudi dalam mengemudikan bus, apakah sudah sesuai dengan yang kami harapkan,” katanya.

Kedua, radio komunikasi dua arah yang dipakai sejak era 1980-an. Ini untuk memudahkan komunikasi pengemudi dan kantor, serta memudahkan dalam pemesanan tiket bagi para pelanggan.

Ketiga,  GPS. Sarana yang menggunakan panduan satelit ini memudahkan pemantauan posisi armada secara tepat kapan pun diinginkan. Penggunaan alat ini mendapatkan dukungan dari SoloSystem, yang berpengalaman dalam pemakaian peralatan GPS. Dan tentu saja pemakaian internet yang didukung oleh Indosat.

Jumlah armada PO Nusantara saat ini sekitar 300 unit untuk reguler. Sementara bus pariwisata sekitar 100 unit dengan nama Symphonie, dan sebuah cyberbus. (Bagas Pratomo-07)

 

Gandeng Indosat Luncurkan Bus Berhotspot

PO Nusantara melakukan inovasi dengan meluncurkan bus mobile home atau juga dikenal dengan nama cyberbus bulan Februari 2008 lalu. Konsep bus ini dibuat dengan full entertainment, dengan perangkat home theater, karaoke dan minibar.  Bus disebut sebagai cyberbus, karena melengkapi dirinya dengan internet melalui hotspot.

”Peluncuran bus berhotspot ini merupakan salah satu strategi kami meraih pelanggan, khususnya dalam menyambut Visit Indonesia Year 2008,” kata Handojo Budianto, pemilik PO Nusantara di kantornya di Kudus, baru-baru ini.
Menurutnya, untuk penyediaan internet, Nusantara bekerja sama dengan Indosat yang menyediakan akses internet berteknologi 3,5 G. Selain itu bus juga dilengkapi piranti global positioning system (GPS). ”Jadi kalau penumpang ingin memantau rute perjalanan, tinggal melihat ke layar GPS,” tambahnya.

Namun, pendukung utama menghadirkan kenyamanan dan teknologi canggih bagi penumpang adalah digunakannya bus Volvo B12M. Ini jenis terbaru produksi Volvo, yang memang khusus untuk bus pariwisata. Dengan mesin 12.000 cc yang diletakkan di tengah, sehingga getarannya halus.  Nusantara saat ini menjadi satu-satunya pemilik bus seri ini di Indonesia.

Berbagai Fasilitas

Lalu apa saja fasilitas yang ditawarkan cyberbus ini? Memasuki ruang bus ini kita serasa memasuki ruang hotel. Kursi penumpang bus biasa yang biasanya diatur berjejer-jejer, tak ada dan tergantikan oleh  desain interior menawan, Dengan mebeler yang didominasi warna coklat, interior terasa eksotis. Ruang bus berkapasitas 11 penumpang ini dilengkapi sofa panjang yang nyaman, dua sofa besar dengan meja di tengahnya, serta satu set meja kursi makan, dan tentu saja minibar.

Bagi yang capek disediakan sebuah kursi pijat elektrik, persis di bawah sebuah televisi layar lebar. Jadi sambil pijat, bisa menikmati sajian musik maupun film dengan tata suara seperti di dalam bioskop. Ada dua televisi lagi bagi kenyamanan penumpang untuk menonton.

Masih ada fasilitas lain, yakni dua tempat tidur bersusun beserta kamar mandinya yang terjaga privasinya. Ruang penumpang  dan ruang kemudi pun sebenarnya sudah terjaga privasinya, karena dibatasi dengan pintu.

Bagi yang ingin berselancar dengan internet, tersedia fasilitas hotspot. Jadi sembari bepergian, pekerjaan juga masih bisa dilakukan, mengontak relasi, atau mengakses berita terbaru.

Untuk cyberbus ini dibidik pasar khusus, yakni instansi, perusahaan dan tentu saja orang-orang kaya, yang ingin menikmati layanan khusus selama bepergian. Mereka bisa mengadakan rapat, pesta ulang tahun.  Tarif sewanya Rp 5 juta per hari untuk bus mobile home ini. (bp-07)

 

”Pertama Kali Pasang GPS Dianggap Aneh”

Pemilik PO Nusantara Handojo Budianto demikian menikmati pekerjaannya mengelola bisnis transportasi. Dia menguasai seluruh aktivitas pekerjaan, karena memang punya latar belakang pendidikan di bidang mesin kendaraan dan punya segudang pengalaman di lapangan berkaitan dengan transportasi. Berikut wawancara dengannya di kantornya yang sederhana di Kudus.

Anda banyak menggunakan teknologi canggih untuk armada bus
Ya memang. Saya menggunakan global positioning system (GPS) dari Solosystem sejak tahun 2000. Manfaat langsung yang kami rasakan sangat banyak. Kami terbantu dalam soal pemantauan posisi kendaraan, memantau kecepatan, mengetahui kerusakan mesin, pemakaian bahan bakar. Jadi kalau bus mengalami kerusakan atau berhenti di tengah jalan, kami bisa tahu. Kerja GPS ini dipantau 24 jam.

Investasi teknologi ini tentunya tidak murah

Kalau menghitung biaya yang kami keluarkan memang cukup besar. Sejak pertama kali kami pasang pun banyak yang menganggap kami aneh. Orang lain boleh bilang buat apa bus dipasang GPS, tetapi kami melihatnya dari sisi yang berbeda.

Kami butuh GPS karena manfaatnya yang besar. Kami juga memberi tahu sopir, kondektur, serta semua kru, dan mereka justru bersyukur ada alat ini. Mereka merasa terbantu. Jika ada kejadian di tengah malam di hutan, kami bisa langsung tahu dan menghubungi bus terdekat untuk memberikan bantuan.
Untuk teknologi di cyberbus bagaimana?

Kami sudah melakukan survei sebelumnya dan hasilnya cukup signifikan. Kami juga sudah uji coba bus ini dari Jakarta ke Kudus dengan 3G. Memang ada beberapa blankspot, tetapi kami sudah antisipasi.

Sementara ini fasilitas hotspot ini memang baru kami pasang di bus  mobile home atau cyber bus. Tetapi ke depan kami akan memasangnya di setiap bus super eksekutif dan VIP. Dengan harapan penumpang berselancar di dunia maya. Di cyberbus kami bekerja sama dengan Indosat yang menyediakan fasilitas hotspot dengan teknologi 3,5G.

Jadi Hobi

Anda terlihat menikmati mengelola usaha transportasi?
Saya memang punya latar belakang mesin. Cuma mengerjakan pekerjaan ini kemudian menjadi hobi dan kesenangan bagi saya, plus bisa menguntungkan. Orang bisa punya banyak bus, tetapi kalau tidak hobi mereka tak akan bisa menikmati pekerjaan. Dan kemungkinan bisa tak berhasil.

Lagipula ngurus bus ini tidak gampang dan tidak mengenakkan. Ayah saya pesan, perhatikan kesejahteraan karyawan, itu yang utama. Mungkin juga itu kunci sehingga PO Nusantara masih eksis sampai sekarang.
Bagaimana Anda melihat peluang bisnis transportasi ini?

Saya melihat ke depan angkutan bus atau mass transportation akan lebih baik. Dengan tarif tol sekarang, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), orang akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan akan lari ke angkutan umum seperti bus ini. Artinya sebagai pengusaha bus yang masih belajar, saya optimistis ke depan moda transportasi ini semakin diminati. Terutama jika pelayanan dan kualitas bus semakin nyaman.

Untuk kriteria ini Nusantara pernah mendapat penghargaan dari Departemen Perhubungan dalam pelayanan terbaik Lebaran 2007 di kelas nonekonomi.
Dengan konsep futuristik dan investasi yang besar, apa target Anda dengan PO Nusantara?

Saya tidak muluk-muluk, saya ingin bertahan saja tidak ingin jadi yang terbesar. Bisa bertahan saja di bisnis transportasi ini sudah cukup.(bp-07)

dari http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.category&cetakid=18

Main Navigation
Homepage
Profile
Galleries
Sitemap
Contact Us
Blog
 
Bus Services
Bus Services
Courier Services
Order
Twitter
Facebook
Contact Us
PO. Nusantara
Getas Pejaten No. 4
Kudus - Jawa Tengah
Indonesia
Phone: +62-291-440019, 440020
Fax: +62-291-433 133
Email: cs@nu3tara.com
Symphonie
Jl. Daan Mogot Km 11 No. 12
Jakarta Barat 11460 - DKI Jakarta
Indonesia
Phone: +62-21-54371970
Fax: +62-21-6190778
Email: symphonie@nu3tara.com
Symphonie smg
Jl. Setya budi no 168c
Semarang - jawa tengah
Indonesia
Phone: pipit : 081390009081
Email: piepiet@griya.nu3tara.com
Tag Clouds
Bus Ticket Nusantara Kudus Schedules Destinations Travel Central Java
© 2011-2017 PO. Nusantara. All rights reserved.
Follow Us: