Login
Fetching tweet..
Welcome, you are here:  Home › News › Puncak Arus Mudik H+6, Jalur Pantura Padat Merayap
News
49 Tahun PT. Nusantara Transindo
Selamat Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017
Selamat Natal 2015 dan Tahun Baru 2016
Piagam Penghargaan
Dirgahayu Kemerdekaan RI
Selamat Idul Fitri 1436 H
Tips Mudik 2015
Agen Mogot Sementara Pindah
Selamat Berpuasa
Asian African Conference 2015
Archive News
Share |
Puncak Arus Mudik H+6, Jalur Pantura Padat Merayap

Liputan6.com, Cikampek - Arus lalu lintas di jalur Pantura, tepatnya di Simpang Jomin, Jawa Barat, terpantau sudah padat merayap sejak malam tadi 2 Agustus.

Seperti ditayangkan Liputan 6 pagi SCTV, Minggu (3/8/2014), hal itu sudah diprediksi sebelumnya jika Sabtu 2 Agustus malam akan menjadi puncak arus balik.

Kendaraan-kendaraan hanya dapat melaju dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Kendaraan yang lewat didominasi kendaraan-kendaraan pribadi dan bus.

Kemacetan juga dikarenakan Simpang Jomin yang diberlakukan sistem buka tutup, sehingga kendaraan dari arah Pantura tidak bisa lewat untuk selanjutnya masuk ke dalam Tol Cikampek.

Kendaraan sengaja dialihkan karena terjadi kepadatan di KM 66 Tol Cikampek, yang merupakan pertemuan arus dari arah utara dan selatan.

Kendaraan yang dialihkan harus lewat Karawang Timur untuk selanjutnya bisa masuk ke dalam Tol Cikampek via gerbang Tol Karawang Timur. Kendati, kendaraan juga masih harus mengalami kelambatan karena ada pasar tumpah.

Diperkirakan, volume kendaraan akan menurun pada siang hari, karena banyak yang akan istirahat, kemudian melanjutkan perjalanannya pada sore hari.

Namun pada pagi ini, sistem buka tutup sudah tidak diberlakukan. Kendaraan yang akan melewati Simpang Jomin sudah dibuka untuk menuju Tol Cikampek, sehingga arus lalu lintas pun menjadi ramai lancar.

Meski begitu, pihak kepolisian setempat akan tetap melakukan sistem buka tutup untuk mencegah kepadatan di KM 66 Tol Cikampek.

Sementara terjadi juga kemacetan di gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Kemacetan mengular hingga berpuluh-puluh kilometer. Hal itu dikarenakan kurangnya petugas di pintu tol, sebab kemacetan hanya terjadi saat hendak masuk ke dalam Tol Banyumanik.

Selain itu, terlihat truk-truk besar yang lewat, padahal sebelumnya sudah ada edaran jika truk-truk besar tidak boleh lewat saat arus balik.

Jika Anda di Cirebon, Jawa Barat, tak ada salahnya mampir ke Pasar Kanoman membeli buah tangan. Di sana tersedia oleh-oleh makanan khas kota Cirebon. Ada manisan mangga, terasi, dan ikan jambal roti. Harga untuk 1 kilogram Rp 100.000, sedangkan terasi Rp 10.000 per kemasan.

Tak lupa, sirop campoley yang merupakan minuman khas Cirebon. Sirop campoley terdiri dari berbagai macam rasa, seperti pisang, susu dan leci, harganya hanya Rp 18.000 per botol.

Tak hanya itu, oleh-oleh yang dapat dibeli dari jalur Pantura ada kerupuk miskin atau kerupuk melarat. Dinamakan seperti itu karena kerupuk digoreng tidak menggunakan minyak, tetapi menggunakan pasir. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp 8.000 per bungkus. Ada juga peyeum dan dodol. (Rmn)

Main Navigation
Homepage
Profile
Galleries
Sitemap
Contact Us
Blog
 
Bus Services
Bus Services
Courier Services
Order
Twitter
Facebook
Contact Us
PO. Nusantara
Getas Pejaten No. 4
Kudus - Jawa Tengah
Indonesia
Phone: +62-291-440019, 440020
Fax: +62-291-433 133
Email: cs@nu3tara.com
Symphonie
Jl. Daan Mogot Km 11 No. 12
Jakarta Barat 11460 - DKI Jakarta
Indonesia
Phone: +62-21-54371970
Fax: +62-21-6190778
Email: symphonie@nu3tara.com
Symphonie smg
Jl. Setya budi no 168c
Semarang - jawa tengah
Indonesia
Phone: pipit : 081390009081
Email: piepiet@griya.nu3tara.com
Tag Clouds
Bus Ticket Nusantara Kudus Schedules Destinations Travel Central Java
© 2011-2017 PO. Nusantara. All rights reserved.
Follow Us: